SOFIFI-PM.com, Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba, menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah (LKPJ) tahun 2020 sebagai tahun pertama rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2020-2025 pemerintahan AGK-YA, dimana indeks pembangunan manusia (IPM) mengalami penurunan. Selain itu target pertumbuhan ekonomi juga menurun drastis.
KH Abdul Gani Kasuba, dalam pidato menyampaikan, tahun 2020 merupakan tahun pertama dari pelaksanaan RPJMD 2020-2024 yang dituangkan dalam APBD tahun 2020 yang telah dibahas dan disepakati bersama. Akan tetapi, masih jelas diingatan ketika memasuki bulan ketiga tahun 2020, pandemik covid-19 yang awalnya merupakan bencana kesehatan telah mempengaruhi berbagai bidang, terutama ekonomi global, nasional. Bahkan, sampai ke Maluku Utara yang kemudian cukup banyak mempengaruhi rencana pembangunan yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Instruksi Presiden RI Nomor: 4 tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, Serta Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 yang disusul dengan peraturan-peraturan Menteri lainnya, yang perlu dipedomani. Menindaklanjuti arahan pemerintah serta melaksanakan upaya-upaya penanggulangan di daerah, Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah melakukan 4 kali perubahan penjabaran APBD Provinsi Maluku Utara tahun 2020,”katanya.
Akibat dari itu kata gubernur dua periode itu dampak pandemi cukup mempengaruhi yang dapat dilihat dari kondisi makro pembangunan. Target pertumbuhan ekonomi menurun drastis, meskipun pada akhir tahun masih terdongkrak signifikan dari kontribusi sektor pertambangan dan industri pengolahan serta mulai menggeliatnya arus transportasi serta realisasi investasi pemerintah pada triwulan III dan IV. Sehingga masih dapat mencapai 4.
Gubernur menyampaikan indeks pembangunan manusia pada tahun 2020 mengalami penurunan, meskipun pada dimensi pendidikan dan kesehatan mengalami kenaikan. Namun, mengalami penurunanan pada dimensi pengeluaran masyarakat. Inflasi cukup terjaga akan tetapi pandemi sepanjang tahun 2020 tidak dapat dipungkiri turut mempengaruhi naiknya kemiskinan dan tingkat pengangguran di semua wilayah kabupaten dan kota.
”Beberapa capaian makro pembangunan memperlihatkan kemajuan, tetapi juga disadari memerlukan upaya-upaya perbaikan ke depan, guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,”bebernya.(iel/red)



Tinggalkan Balasan