poskomalut, Karut-marut akomodasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-V Maluku Utara semakin liar.
Sejumlah atlit, official dan dewan wasit dari berbagai cabang olahraga keluhkan fasilitas yang disiapkan tuan rumah Halmahera Utara maupun Panitia Besar (PB) Porprov Malut.
Seperti halnya dialami perangkat pertandingan dari Persatuan Atlet Seluruh Indonesia (PASI), Pertina, Catur dan beberapa kontingen lainnya.
Sekertaris Harian PASI, Siban saat dikonfirmasi meminta awak media segera hubungi langsung Ketua Panitia Porprov terkait dengan akomodasi atau tempat tinggal mereka.
“Saya hanya sekretaris harian jadi tidak bisah melangka lebih jauh, tetapi sudah berikan saran namun terlihat panitia sibuk, sehingga sampai saat DT juga belum ada tempat tinggal,” ujarnya.
Ia mengaku bahwa DT sudah konfirmasi dengan Panitia Porprov namun nyatanya belum juga direalisasikan. Padahal semua kebutuhan baik penyewaan penginapan merupakan tanggung jawab panitia.
Terpisah, Ketua Panitia Porprov Malut, Makmur Gamgulu mengakui, masih banyak perangkat pertandingan belum diberi tempat tinggal. Bukan hanya wasit juri dari PASI.
Ia menyebut, jauh sebelumnya panitia sudah mengondisikan penginapan sejak 1-9 Juni 2026.
“Karena kita tahu bersama adanya keterbatasan kamar, selain itu, ada kontribusi dana dari kabupaten kota sebesar 40%. Dan 60% dari provinsi,” ujarnya.
Keterbatasan akomadasi juga menyebabkan terjadilah penundaan pembukaan Porprov yang seharusnya dimulai pada 1 Juni 2026. Kemudian digeser pada 8 Juni.
Ia mengaku, terkait akomadasi atau tempat tinggal, panitia provinsi sudah meminta kepada panitia lokal mengundang seluruh pemilik hotel, penginapan maupun indekos untuk menyampaikan informasi penundaan kegiatan porprov.
“Kami juga meminta kepada cabor harus yang bertanding datang pada H-2 dan perangkat pertandingan datang pada H-3 satu hari sebelum pertandingan berlangsung,” bebernya.
Dirinya menyebut panitia tidak sengaja mentelantarkan perangkat pertandingan namun, tapi karena adanya keterbatasan akomadasi.
“Hal ini kami sudah berusaha bahkan berkordinasi dengan panitia lokal dan Bupati Halut untuk mencari alternatif tetapi sampai saat ini tidak ada solusi,” ungkapnya.
Makmur menyebut panitia Porprov meminta maaf kepada semua perangkat pertandingan atas ketidaknyamanan tersebut.
“Sebab ini adalah keselahan kita semua, karena sudah bikin kegiatan ditempat yang kekurangan fasilitas,” ucapnya.



Tinggalkan Balasan