poskomalut, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate mendesak PT PLN UP3 Ternate PLN mengevaluasi dan mencopot Kepala ULP Saketa, Halmahera Selatan, Muhammad Munir, menyusul dugaan pencurian BBM subsidi jenis solar yang disebut mencapai sekitar 30 ton.
Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Ternate, Rizky Ramli menilai penanganan perkara di tingkat Polsek berjalan sangat lamban.
Untuk itu pihaknya meminta Polda Maluku Utara mengambil alih atau melakukan supervisi terhadap proses penyidikan.
“Kami mempertanyakan kenapa kasus ini begitu lamban ditangani. Polsek memiliki kewenangan untuk masuk, memeriksa, mengamankan barang bukti, dan menelusuri alur BBM tersebut. Sangat tidak mungkin persoalan ini tidak bisa dibongkar jika ditangani secara serius,” ujar Rizky, Senin (10/8/2026).
Menurut Rizky, penyelidikan tidak boleh berhenti pada orang yang berada di lapangan saat kejadian pada 1 Agustus, 2026 lalu.
Polisi harus mengusut bagaimana BBM bisa keluar dari lingkungan PLN, siapa yang memiliki akses, mengetahui, hingga ke mana bahan bakar tersebut diduga disalurkan. Termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga membeli atau menampungnya.
Rizky juga mempertanyakan pengawasan internal PLN ULP Saketa. Ia menilai sangat sulit membayangkan dugaan penyelewengan dalam jumlah besar terjadi tanpa adanya pengawasan di internal.
“Kalau benar jumlahnya mencapai puluhan ton, sangat penting dibongkar bagaimana BBM itu bisa keluar dari lingkungan PLN. Kepala ULP harus jujur dan berani membuka persoalan ini. Jangan ada yang ditutup-tutupi, karena yang dirugikan bukan hanya perusahaan, tetapi negara dan masyarakat,” tegasnya.
HMI juga mendesak PLN melakukan audit menyeluruh terhadap penerimaan, penyimpanan, distribusi, dan penggunaan BBM di ULP Saketa.
Jika ditemukan pelanggaran atau kelalaian, PLN diminta mengambil tindakan tegas, termasuk mencopot Kepala ULP Sakta apabila terbukti lalai.
“Kami akan mengawal kasus tersebut dan meminta aparat penegak hukum membongkar seluruh rantai dugaan penyelewengan BBM, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak internal maupun eksternal berdasarkan bukti yang ditemukan,” tandas Rizky.
Terpisah, sampai berita ini nail tayang, jurnalis poskomalut dalam upaya mendapat keterangan pihak lain, yakni Kepala ULP PLN Saketa, Muhammad Munir.


Tinggalkan Balasan