poskomalut, Dinas Sosial Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) mulai mengubah penyaluran bantuan sosial (Bansos) lansia ke sistem non-tunai.

Perubahan sistem ini dilakukan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. Pada tahap kedua ini, penyaluran non-tunai menyasar lima kecamatan yang memiliki akses perbankan.

Kepala Dinas Sosial Haltim, Ali Sodikin saat dikonfirmasi mengatakan, perubahan sistem tersebut merupakan bagian dari pembenahan administrasi sekaligus upaya meningkatkan keamanan penyaluran bantuan.

“Pada triwulan terakhir tahun lalu dan tahap satu kemarin, kami menyalurkan secara tunai. Nah, untuk tahap kedua ini, kami menyalurkan sebagian secara non-tunai, khususnya di lima kecamatan yang wilayahnya dekat dengan akses Bank Rakyat Indonesia (BRI),” ujar Ali Sodikin, Senin (10/8/2026).

Untuk menjalankan skema tersebut, Dinsos bekerja sama dengan BRI membuka rekening dan menyiapkan kartu ATM bagi lansia penerima manfaat. Proses pembuatan rekening telah dimulai sejak pekan lalu.

Ali mengatakan penerapan sistem non-tunai membutuhkan waktu karena harus disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah.

Ia menargetkan seluruh kecamatan di Halmahera Timur dapat menggunakan sistem tersebut pada tahap ketiga.

Menurut Ali, perubahan sistem penyaluran memiliki dua manfaat utama, yakni mengurangi risiko keamanan bagi petugas maupun penerima bantuan, serta memudahkan proses administrasi, pelaporan dan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Karena seluruh transaksi tercatat secara otomatis di rekening koran,” kata Ali.

Namun, penerapan sistem non-tunai menghadapi kendala di wilayah yang jauh dari fasilitas perbankan. Untuk mengatasinya, Dinsos berencana memanfaatkan jaringan Agen BRILink yang tersebar di sejumlah desa.

Untuk itu, Ali menilai skema tersebut tidak hanya mempermudah lansia mencairkan bantuan, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal.

“Jika nanti para lansia mencairkan bantuannya melalui Agen BRILink, maka akan ada biaya jasa sedikit untuk agen tersebut. Jadi, ada efek domino atau dampak ekonomi berantai dari program bansos ini bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Di sisi lain, data penerima bansos lansia di Halmahera Timur terus berubah. Perubahan terjadi karena sejumlah penerima meninggal dunia atau pindah domisili. Pada saat yang sama, jumlah penerima juga bertambah seiring warga yang memasuki usia 65 tahun.

Berdasarkan data Dinsos, penerima bansos lansia semula tercatat 3.333 jiwa. Jumlah tersebut meningkat menjadi 3.476 jiwa pada tahap pertama setelah masuknya warga yang memenuhi kriteria penerima.

Ali memastikan perubahan jumlah penerima maupun sistem penyaluran tidak mempengaruhi nilai bantuan yang diterima setiap lansia. Nominal bantuan tetap dan tidak mengalami pengurangan.