poskomalut.com
baner header

Bupati Halut Tunda Pelantikan 4 Kades Terpilih

Massa Bakar Ban Bekas dan Mobilier Kantor Desa

TOBELO-PM.com, Pelantikan kepala desa terpilih pada Senin (18/11/2019) kemarin menyisahkan masalah. Kenapa tidak, dari 94 kepala desa yang selesai menyelenggarakan pilkades, hanya 90 kades terpilih yang dilantik Bupati Halmahera Utara Frans Manery, empat diantaranya ditunda. 

Suasana pelantikan kedes terpilih itu diwarnai dengan tarian cakalele dan tide-tide sebagai simbol merayakan kemenangan. Disisi yang lain, dalam kegiatan pelantikan  90 Kades itu juga diwarnai aksi demonstrasi dibeberapa titik, seperti di Desa Gorua Selatan, Kecamatan Tobelo Utara, Desa Soasangaji Dim Dim, Kecamatan Kao, dimana massa aksi membakar ban bekas dan mobiler kantor Desa.

Tak hanya itu, aksi demonstrasi juga datang dari warga Desa Popilo Utara di depan kantor Bupati yang sempat terjadi ricuh, antara Satpol PP dan masa aksi. Namun begitu, acara pelantikan berjalan lancer hingga selesai.

Bupati Halut  Frans Manery dalam sambutan pelantikan mengatakan, tantangan ke depan bagi Kades terpilih itu, untuk membangun desa masing-masing. Kades terpilih harus bisa merangkul masyarakat dan bisa bekerja sesuai aturan perundang-undangan. “Berilah yang terbaik bagi masyarakat, bekerjalah dan laksanakanlah tugas dengan sungguh-sungguh yang penuh tanggung jawab sesuai fungsi dan tugas saudara. Mengingat tuntutan serta harapan masyarakat desa untuk meningkatkan pelayanan serta kesejahteraan, sejak hari ini hinggah 6 tahun kedepan di amanatkan sekaligus sangat tergantung kepada kinerja saudara-saudara,” tuturnya.

Sementara anggota DPRD Halut Fahmi Musa menyoroti aksi warnai pelantikan Kades. Menurutnya, Pemkab dalam hal ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) harus bertanggungjawab, serta serius menyelesaikan persoalan Pilkades, untuk menciptakan situasi yang aman, dan kondusif. Jangan membiarkan masalah aksi masyarakat ini terlarut-larut. “DPMD harus selesaikan semua tuntutan masyarakat, bukan mendiamkan sehingga menimbulkan ketidakstabilan keamanan di Desa. Saya minta DPMD harus bertanggung jawab,” tegas Fahmi. (mg07/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: