HMI STPK Banau Halbar Desak Kapolres Tangkap Pelaku Pemerkosaan

Ilustrasi.

JAILOLO-PM.com, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STPK Banau, Halmahera Barat mendesak Polres Halmahera Barat, agar segera menangkap pelaku pemerkosaan anak di bawah umur.

Sekretaris Umum HMI Komisariat STPK Banau Halbar, Muthia Salasa mengecam keras tindak pidana pemerkosaan yang terjadi di Kecamatan Loloda, Halbar beberapa waktu lalu yang dialami bocah perempuan 6 tahun dan pelakunya tak lain adalah pamannya sendiri.

Muthia juga mengungkapkan hal ini diatur dalam KUHP pasal 285, bahwa barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksakan sesorang wanita bersetubuh dengan diluar perkawinan diancam karena melakukan pemerkosaan dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.

"Pelaku telah melanggar UUD perlindungan anak pasal 81 nomor 23 tahun 2002," sebutnya.

"Pelaku pemerkosaan harus dihukum, apapun alasannya, pelaku pemerkosaan tidak di benarkan. Pelaku masih bebas dan berkeliaran di luar sana, maka akan lebih leluasa melancarkan nafsu bejatnya," sesalnya.

Ia juga menyebutkan, HMI Komisariat STPK Banau melalui bidang pemberdayaan perempuan mendesak kepada pihak Polres Halmahera Barat agar seriusi dan secepatnya dapat menangkap pelaku pemerkosaan tersebut.

"Saya ingin tegaskan negara kita adalah negara hukum, jangan sampai pelaku pemerkosaan tidak mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya," tegas Muthia.

"Maka dari itu secepatnya ditangkap pelakunya yang masih berkeliaran Dan secepatnya diproses hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku," cetus mahasiswa STPK Banau ini.

Sebelum itu, Kanit PPA Polres Halbar Brigpol Abdurrahman Kaplale menyatakan, terkait kasus pemerkosaan pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi.

"Namun keberadaan pelaku saat ini kami masih mencari tahu informasinya," ujarnya saat dihubungi via WhatsApp belum lama ini.

Perlu diketahui kasus pemerkosaan tersebut diduga dilakukan oleh pamannya alias onyong yang dilaporkan pada senin 11 Januari 2021 lalu, Kakek dan nenek bersama salah seorang pamannya, mendatangi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Halbar, guna mengadukan hal tersebut dan langsung digiring oleh Kadis DP3A Halbar Fransiska Renjaan untuk dilaporkan ke Polres Halbar. (mg01/red)

Komentar

Loading...