poskomalut.com
baner header

Ketua DPRD Halbar Desak PU Selesaikan Pembangunan Jembatan Tauro

JAILOLO-PM.com, Ketua DPRD  Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Charles R. Gustang mendesak Dinas Pekerjaan Umum Halbar untuk segera menyelesaikan pembagunan jembatan Tauro yang sampai saat ini belum selesai.

“Jembatan Tauro itu merupakan jembatan yang bergengsi, jambatan yang di demo berkali-kali dan itu anggarannya kami naikan ke anggaran DAU dan ketika DAK masuk kami dorang ke DAK, maka jembatan Tauro itu harus di lakukan pekerjaan,” tegas Charles R. Gustang saat rapat lintas Komisi DPRD Halbar bersama OPD yang dilaksanakan di ruang rapat DPRD Halbar, Senin (3/5).

Menurut Charles, Setelah dilakukan pengecekan pekerjaan jembatan itu semua sudah dilakukan oleh mitra pihak ketiga, dimana pihak ketiga sudah melakukan pembelanjaan. Namun ketika pihak ketiga melakukan pengurusan atau pencairan uang muka yang mana itu dijaminkan oleh Undang-undang, akan tetapi hal tersebut tidak diberikan atau belum direalisasikan sampai saat ini.

“Pekerjaan jembatan Tauro itu sudah dilakukan oleh pihak ketiga, bahkan Mitra ketiga sudah melakukan pembelanjaan tetapi ketika setelah dilakukan pembelanjaan dan selanjutnya dilakukan pencairan uang muka yang mana hal tersebut sudah dijaminkan oleh Undang-undang kenapa belum juga direalisasikan oleh dinas PU sampai saat ini,” tanya Charles dalam rapat tersebut kepada Kadis PU.

Politisi Partai PDIP itu juga mempertanyakan permasalahan atau kendala, sehingga menyebabkan pembangunan jembatan hingga saat ini masih terkatung-katung. “Sebenarnya permasalahan apa sampai- sampai tidak bisa di cairkan. Pak kadis PU salahnya dimana ini,” tanyanya.

Kepala Dinas PU Kabupaten Halmahera Barat, M Yusup dalam kesempatan itu juga mengatakan, pada prinsipnya pihak PU tentu bakal menyelesaikan pekerjaan jembatan Tauro yang hingga saat ini belum juga diselesaikan, tetapi pihaknya masih mengalami kendala keuangan sehingga harus tertunda.

“Pembangunan Jembatan ini merupakan tanggungjawab kami, Dan ini harus di bayar kerena tiang pancangnya dibelanjakan di Surabaya namun lagi-lagi masih terjadi kemerosotan anggaran sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam realisasi pencairan uang muka pihak ketiga,” sinkatnya. (wm01/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: