Meski Tipe D, Akhirnya Ternate Miliki RSUD

Wali Kota Ternate H. Burhan Abdurrahman, sat memberikan sambutan peresmian RSUD Kota Ternate, Senin (15/2/2021).(foto:ist)

TERNATE-PM.com, Pemerintah Kota Ternate akhirnya memiliki satu unit Rumah Sakit Daerah (RSUD) Ternate setelah diresmikan Wali Kota Burhan Abdurrahman, Senin (15/2/2021)

RSUD milik pemerintah daerah itu memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) sebanyak  110 tenaga kesehatan yang terdiri dari, dokter spesialis penyakit dalam 1 orang, dokter spesialis bedah 1 orang, dokter spesialis kandungan 3 orang,dokter spesialis anak 1 orang, dokter spesialis gigi 3 orang,dokter umum 4 orang, tenaga para medis 81 orang, non-medis 16 orang.

Fasilitas penunjang RSUD Ternate diantaranya,  instalasi Gawat Darurat, Poliklinik, ruang kebidanan, 2 unit ruang kelas II, 3 unit ruang kelas III, serta ruang administrasi.

Jenis pelayanan di RSUD Ternate itu meliputi pelayanan gawat darurat, pelayanan kebidanan, pelayanan rawat jalan spesialis, perawatan, pelayanan gigi dan mulut, pelayanan penunjang laboratorium dan kefarmasian.

”Status RSUD ini tipe-D. Alat penunjang belum lengkap dan masih perlu pengadaan, sehingga operasional rumah sakit selama sepekan kedepan belum dibuka untuk umum, “ujar Nurbaity Rajabesy, Kadis Kesehatan Kota Ternate.

Sementara Wali Kota Ternate, Burhan Aburrahman menyatakan, kehadiran Rumah Sakit Daerah yang dikelolah Pemkot Ternate telah tersedia meski wacana kehadirannya sudah cukup lama.

“Rumah Sakit ini menerima rujukan-rujukan. Meski terbatas, namun paling tidak niat kita menghadirkan rumah sakit sudah ada, meskipun peresmiannya dilakukan dengan keterbatasan fasilitas,“ucap Burhan.

Kehadiran RSUD Ternate, sebagai presentatif ke depan untuk membangun RSUD yang lebih profesional dengan mengikuti registrasi status dari kementerian kesehatan.

RSUD Ternate yang sebelumnya merupakan Puskesmas itu memiliki keunggulan dari beberapa Rumah Sakit lain di Ternate, yakni memiliki alat medis yang dapat medeteksi kejiwaan pasien sebelum melakukan tindakan yang bersifat destruktif. Alat tersebut diklaim hanya ada dua di Indonesia timur yakni Maluku dan Malut.(red)

Komentar

Loading...