WEDA-pm.com, Proyek pembangunan revalitas kanal kota di Jalan Taman Kota Weda, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dikeluhkan warga.

Pasalnya, lumpur bercampur sampah yang dikeruk dari proyek tersebut menutup sebagian jalan raya dan dibiarkan begitu saja, tanpa ada pengamanan. Yang ada hanya plan proyek seadanya.

Salah satu pengendara roda dua, Muhammad Faroek mengaku khawatir, proyek yang belum sepenuhnya rampung itu dapat membahayakan pengguna jalan. Terlebih lalulintas di jalan tersebut sering terjadi kecelakaan.

“Proyek ini bolom selesai, karena di sini rawan kecelakaan. Jadi tong khawater kalu pece (becek) dengan sampah yang so tacampur ini dong tara angka kase pinda,” ungkapnya, Rabu (25/10/2023).

Ahmad sapaan akrabnya menyebut, banyak dari pengendara roda dua maupun empat yang mengerem mendadak. Sebab pada malam hari, lokasi tersebut minim penerangan. 

“Disini ini so banya kecelakaan. Dan disini amper samua rem mendadak karna disini kalu malam tu Galap lantaran tarada lampu,” tuturnya.

Sebulan lalu terjadi kecelakaan di tempat ini, Ahmad meminta pelaksana proyek untuk memperhatikan keamanan. Ia khawatir kelalaian dari pelaksana proyek justru malah menimbulkan korban.

“Saya minta, yang kerjakan proyek ini tolong perhatikan kemanan, jangan sampe tumpukan pece yang so tacampur deng sampah ini menimbulkan korban,” pintanya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Halteng Ikram Malan Sangadji saat dikonfirmasi irit bicara .

Dirinya hanya mengatakan sudah sesuai teknis, nanti dikonfirmasi ke dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Sudah teknis, konfirmasi ke dinas pu,” singkatnya.

Hal senada juga ditanggapi Kepala Dinas PUPR Halteng, Arif Djalaludin. Ia mengaku bakal mengecek kondisi ril proyek tersebut.

“Akan dibenahi untuk mencegah itu terjadi. Sore ini kami akan turun lokasi, terima kasih atas infonya,” ucapnya.