Per Agustus 2023, Serapan APBD Halteng Baru 26 Persen, Pj Bupati Irit Bicara

Ilustrasi.

WEDA-pm.com, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah diduga menutupi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023.

Padahal, masyarakat mempunyai kewajiban mendapatkan informasi terkait akuntabilitas penyerapan APBD, kemudian mengawasi demi terciptanya sistem pemerintahan yang baik.

Hak dan kewajiban masyatakat itu dapat dilihat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Dalam penelusuran poskomalut.com, presentasi total pendapatan dan belanja APBD Pemda Halteng sebesar Rp1,7 triliun. Hingga Agustus 2023 penyerapan baru mencapai 26 %, dan secara spesifikasi belanja operasional lebih besar yaitu 40% atau setara dengan Rp176 miliar. Jika bandingkan dengan belanja modal yang hanya berada pada 13 % atau setara dengan 57,460.000.000,-.

Pj Bupati Halteng, Ikram Sangaji dikonfirmasi terkait rendahnya serapan APBD, dirinya mengarahkan jurnalis media ini meminta keterangan langsung Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (Kaban BPKAD), Abdurrahim Yau.

"Ke Kaban Keu saja, APBD kita setelah perubahan sudah berimbang, tidak ada lagi defisit," ujar Ikram membalas pertanyaan jurnalis melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (2/10/2023).

Terpisah, Kaban BPKAD, Abdurrahim Yau yang dikonfirmasi untuk menjelaskan presentasi resapan APBD, pun tekesan irit bicara.

"Masi ada rapat. Sadiki (sebentar) baru dijawab, karena ada selesaikan KUA/ PPAS 2024," tandas Abdurahim.

Adapun, dari presntasi serapan APBD sesuai data yang dikantongi media ini, maka dengan sisa waktu 2-3 bulan pada 2023, Pemda Halteng harus berpacu membayar belanja modal guna percepatan peningkatan presentasi penyerapan belanja.

Imbasnya penyerapan rendah, kemudian realisasi belanja operasional lebih besar dibandingkan realisasi belanja modal. Hal ini menguatkan indikasi selama sembilan bulan atau Januari-Oktober 2023, Pemda Halteng tidak melakukan aktivitas pengelolaan dan penyerapan anggaran yang baik.

Pamda Halteng pun terkesan melaksanakan kegiatan sifatnya seremoni yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat seperti pembangunan dan lainnya.

Komentar

Loading...