Plt Kadis PUPR Halteng Diduga Intervensi Pemenang Tender, Kontraktor Ngamuk di Kantor ULP

Fasilitas di Kantor ULP Halteng dirusaki kontraktor gegara dibatalkan dari pemenang tender proyek.

WEDA-pm.com, Dugaan intervensi Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadis Dispenda), Arif Jalaluddin yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Halmahera Tengah (Halteng) dalam pemenangan tender proyek makin terendus.

Terkuaknya dugaan intervensi Arif Jalaluddin dalam proses pemenangan tender proyek, bermula dari kotraktor CV Binar Corporation Teknik, Sofyan H. Ahmad yang mengamuk di Kantor Unit Pelayanan Pengadaan (ULP), dan merusak satu unit laptop milik Kelompok Kerja (Pokja), pada Senin (25/9/2023) kemarin.

Sofyan Ahmad dikonfimasi jurnalis media ini menjelaskan, tindakannya yang mengakibatkan satu unit laptop milik Pokja pecah di ruangan ULP, lantaran perusahaan miliknya sudah dua kali keluar sebagai pemenang tender proyek Jembatan Kobe I dengan nilai Rp900 juta lebih, dan Kobe VI dengan nilai Rp800 juta lebih, mendadak digantikan dengan kontraktor lain atas arahan Plt Kadis PUPR Halteng.

"Awalnya itu, ada tender Kobe III tapi saya pemenang ke dua. Begitu masuk di Kobe I dan Kobe VI, saya menang dari 13 CV, karena 13 CV itu tidak melakukan penawaran, jadi saya pemenang tunggal. Seiringnya waktu, dorang (mereka) olah saya begini dan begitu dengan jadwal yang ber-ubah-ubah. Lalu Ketua Pokja beralasan ke saya, bahwa saya harus ketemu dengan kadis la baku atur sudah," ujar Opan sapaan akrabnya, Rabu (27/9/2023).

Lanjut Opan, atas alasan Ketua Pokja, dirinya langsung menemui Kadis PUPR. Namun setelah mendengar jawaban dari Arif Jalaluddin, Opan merasa seperti disambar petir di siang hari.

"Tara (tidak) bisa Opan, ngana (kamu) dari awal tara koordinasi baru. Jadi begini saja, ngana kembali ketemu Pokja ulang, dan bilang ke Pokja saya titip pesan apakah masih bisa diutak-atik atau tidak," terang opan meniru percakapannya dengan Kadis PUPR.

Beranjak dari pertemuan bersama Arif, Opan kembali bertemu Ketua Pokja dan meneruskan pesan kadis. Namun, pihak Pokja mengungkapkan, bahwa CV. Binar Corporation Teknik yang menang tapi arahan kadis bukan CV. Binar Corporation Teknik, melainkan Linda.

"Saya bale (kembali) di ULP ketemu dengan Ketua Pokja dan saya langsung marah, karena mendengar pengakuan Ketua Pokja bahwa memang benar CV. Binar Corporation Teknik yang menang, tapi arahan kadis bukan CV. Binar Corporation Teknik, melainkan ke Linda," ungkapnya dengan nada kesal.

Sementara, Plt Kepala Dinas PUPR Halteng, Arif Jalaluddin, kepada media ini menjelaskan, penawaran terendah itu belum dinyatakan menang, karena masih dilihat dari administrasi dan lain-lain.

"Salah itu, itu bukan pemenang namanya. Dan saya sudah sering bilang ke dia (Opan) bahwa penewaran terendah itu belum dinyatakan menang, karena masi dilihat administrasinya dan lain-lain," terangnya.

Ditanya terkait dua kali CV. Binar Corporation Teknik dalam penawaran terrendah di proyek Kobe I dan Kobe VI yang tidak diakomodir Pokja, Arif mengatakan pihak perusahaan tersebut tidak jentel untuk menanyakan langsung ke Pokja apa permasalahannya.

"Kalau dia jentel, seharusnya dia tanya ke Pokja apa salahnya, sehingga pihak Pokja memberikan penjelasan,"

Dirinya lalu menyayangkan atas tidakan Opan yang melanggar aturan tanpa meminta penjelasan ke Pokja.

"Saya sayangkan atas tindakannya itu, kenapa dia tidak minta penjelasan salahnya di mana, dan langsung melakukan tindakan yang melanggar aturan," pungkasnya.

Hingga berita ini naik tayang, upaya jurnalis poskomalut.com mendapatkan keterangan dari Abu Bakar Ibrahim selaku Ketua Pokja.

Komentar

Loading...