poskomalut.com
baner header

Tuntutan APMD Soal Pungli Dibantah Kades Popilo Halut

TOBELO-PM.com, Setelah mendengar tuntutan massa aksi Aliansi Peduli Masyarakat Mede (APDM) Desa Popilo Utara, Kecamatan Tobelo Utara, yang berunjuk rasa di Depan Kantor Bupati Kabupaten Halmahera Utara (Halut), terkait pungutan liar pasir langsung dibantah Kades Popilo Anwar Jana.

“Penagihan pajak pasir 20 ribu per truk itu, sesuai kesepakatan pihak dua Desa Popilo dan Popilo Utara, serta pihak keamanan, jadi bukan seperti yang dituntut massa aksi bahwa itu Pungli,” bantah Kades Popilo Anwar Jana, Senin (18/11/2019).
Menurutnya, pajak 20 ribu per truk itu hasil kesepakatan bersama pihak Pemdes Popilo, Popilo Utara dan pihak masyarakat, bahkan dalam kesepakatan itu melibatkan masyarakat, agar pajak itu dibagi hasil masuk dalam Pendapatan Asli Desa (PADes) masing masing. “Pajak itu sudah sesuai kesepakatan bukan lagi pungli, karena belum ada Perda yang mengatur tentang itu, maka pihak Pemdes mengambil kebijakan kesepakatan,” terang Kades.
Seharusnya aksi yang dipimpin Nopel Hadi itu, menyoroti yang lain, bukan soal pungli, sebab itu bukan pungli, karena ada hukum secara kesepakatan yang mengikat. “Saya rasa massa yang melakukan aksi itu keliru menyebutkan bahwa itu Pungli, pasir Galian C yang ada di Kali Mede itu, tahun 2020 akan suda di ambil alih Pemda Halut,” tuturnya. (mar/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: