poskomalut.com
baner header

2020, BPRS Ternate Tidak Diberi Penyertaan Modal

TERNATE-PM.com, Meskipun Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bahari Berkesan, dari tahun ke tahun memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, di tahun 2020 nanti, BPRS Bahari Berkesan tidak lagi diberikan penyertaan Modal, hanya akan diberikan sesuai kontribusi yang diberikan.

Direktur BPRS Bahari Berkesan Rusdan Harli, ketika dikonfirmasi Posko Malut mengaku, sesuai target pendapatan BPRS hingga November 2019 sudah mencapai Rp 1.542.000.000.00, dengan modal yang disetor Rp 18.715.000.000.00. Kemudian Laba  hingga November mencapai Rp 2.515.000.000.00, dan pembiyaan disalurkan senilai Rp 8.229.000.000.00, dana pihak ketiga yang dihimpun mencapai Rp 93.748.000.000.00 dan semua target sudah ter  penuhi. “Saat ini hingga akhir tahun, kita tinggal menunggu laba saja, kalau laba bisa mencapai Rp 3.000.000.000 lebih, maka semuanya sudah tercapai. Saat ini labanya sudah mencapai Rp 2,5 miliar lebih, kita masih optimis akhir tahun bisa tercapai, jika tidak lencapayannya bisa capai Rp 99,5 persen,” tuturnya.

Menurutnya, semua pencapaian, baik asset, modal dan pembiayaan semuanya mencapai target,  tinggal laba saja. Laba sedikit terkerus karena beban oprasinal yang keluar. Sementara, Khusus penyertaan Modal di Tahun 2020, yang pernah diberitahukan melalui, rapat tahap satu akhir pembahasaan APBD 2020, bahwa setiap BUMD yang mempunyai kontribusi terhadap PAD, maka tetap diberikan penyertaan modal. Namun, setelah dirinya melakukan konfirmasi ke kepala Keuangan Daerah Taufik Jauhar, menyebutkan, 2020 BPRS tidak dapat penyertaan modal. “Meskipun demikian jika BPRS tidak mendapatkan penyataan modal di 2020 BPRS tetap memberikan kontribusi kepda daerah,” jelasnya.

Dirinya berharap, tahun depan mendapatkan penyartaan modal. Sebaba di tahun 2020, BPRS bakal membuka cabang di Kabupaten Halmahera Timur dan Halmahera Tengah, sehingga dukungan moda sangat diperlukan. “Kami tetap berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk Kota Ternate, sepanjang bisa kita lakukan yang bisa kita capai,” tandas Risdan.

Risdan mengaku, tidak diberikan pernyataan Modala di 2020 tersebut, sejauh ini dirinya belum mengatahui penyebabnya, dan semua dikembalikan ke pemegang saham. “Jika ada hal urgen tertentu, jangan BUMD dipukul rata, karena ada BUMD yang mempunya kontribusi terhadap PAD,” ucapnya

Sementara itu, Direktur Utama BUMD Kota Ternate Ramdani menyampaikan, 2020 ada penyertaan modal BPRS itu senilai Rp 3.000.000.000. “BPRS tetap dapat pernyataan modal Rp 3 Miliar, namun untuk BUMD dan PT Alga Nol. Karena BPR telah memberikan keuntungan bagi daerah,” singkatnya. (cha/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: