poskomalut.com
baner header

Harga Gula Naik, Perum Bulog Enggan Berkomentar

TERNATE-PM.com, Kenaikan harga Gula Pasir sejak satu peken terakhir, meresahkan warga di Ternate. Namun, Perusahaan Umum Urusaan Logistik (Perum Bulog) enggan memberikan keterangan, terkait dengan kenaikan harga Gula tersebut.

Perum Bulog merupakan sebuah lembaga pangan di Indonesia yang mengurus kebutuha pangan, dan berada dibawah Badan Usaha Minik Negara (BUMN).

Dari pantauan media ini, di Pasar Percontohan dan Pasar Gama Lama, harga berfariasi ada Rp 18.000, dan Rp 19.000 per kg, sebelumnya harga gula pasir dipasaran hanya dijual dengan harga Rp 12.000 hingga Rp 14.000 per kg.

Salah seorang pedagang Ibrahim, mengaku kenaikan harga gula terjadi dari pengambilan di Surabaya, karena kita mengambil harganya sudah mulai mahal jadi kita menyesuikan. “Kita hanya menyesuikan saja jika dari Produsen utama sudah naik mau tidak mau kita juga naikan harganya,” ungkapnya.

Ketika ditanya terkait kapan bisa dipastikan harga Gula akan normal kembali, Ibrahim mengaku, belum dapat memastikan, tetapi jika kebutuhan konsumen semakin tinggi dan barang terbatas, maka harga bakal lebih naik. “Tergantung jika kebutuhan konsumsi makin tinggi dan barang terbatas yang ada harga semakin tinggi,” ujranya

Salah seorang warga Nita, ketika ditemui di Pasar Gamalam Ternate, Minggu (8/03/2020) mengaku, harga Gula pasir mengalami kenaikan sejak pekan lalu, dan naiknya cukup tinggi, jika ini tidak segera ditanggani pemerintah yang dihawatirkan harga makin tinggi, karena bulan depan telah diperhadapkan dengan Bulan Ramadhan.

“Kalau Pemerintah Daerah tidak segera tindak lanjuti, yang dihawatirkan harga teru naik, dan ini sudah menuju Ramadan,” kesalnya.

Sementara Kasi Gasar Pengadaan dan Penyaluran Perum Bulog Subdivre Ternate,  Suhardi Talib, ketika dikonfirmasi Minggu (8/03), enggan memberikan komentar. Suhardi justru membentak wartawan. 

“Iya harga gula naik, tapi ini hari Minggu hari libur, tong juga sibuk dan ada acara deng keluarga k bagemana. Kalau mau konfirmasi saat hari kerja bukan saat hari libut,” ungkapnya dengan nada tinggi dan mematikan telpon. (cha/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: