TERNATE – PM.com, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku Utara terus membaik dari tahun ke tahun. Dari 10 Kabupaten Kota di Maluku Utara, Taliabu memiliki IPM sangat rendah. IPM tertinggi terdapat di kabupaten Kota Ternate, yakni sebesar 80,03 poin, sementara Taliabu berada pada urutan paling bawah 60,62 poin.

Kepala BPS Provinsi Malut, Atas Perlindungan Lubis menuturkan, pembangunan manusia di Malut terus mengalami kemajuan. Pada tahun 2019, lndeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku Utara mencapai 68,70. Angka ini meningkat sebesar 0,94 poin dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 67,76 poin.

Indeks pembangunan manusia di Maluku Utara pada tahun 2019 mengalami percepatan. “Ditandai dengan pertumbuhan IPM yang mencapai 1,39 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2018 yang mencapai 0,83 persen,” ungkapnya. Sementara, Pada tahun 2019, status pembangunan manusia di Maluku Utara berada pada level atau kategori “Sedang”. Status tersebut masih sama dengan tahun 2018.

Meningkatnya IPM Maluku Utara terjadi pada semua komponen pembentuk. Bayi yang lahir tahun 2019 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 68,18 tahun. Anak-anak yang pada tahun 2019 berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 13,63 tahun (Diploma II). Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 9,00 tahun (kelas IX).

Masyarakat Maluku Utara pada tahun 2019 memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebesar 8,31 juta rupiah per tahun. “Meningkatnya IPM Maluku Utara terjadi pada seluruh wilayah, dengan IPM tertinggi diduduki oleh Kota Ternate (80,03) sementara IPM terendah masih ditempati oleh Kabupaten Pulau Taliabu (60,62),” tandasnya. (cha/red)