Kasus PDAM Masuk Kasus Penggelapan

Kantor PDAM Ternate

TERNATE-PM.com,  Kepala Kesatuan Reserse Kriminal (Kasat
Reskrim) Polres Ternate AKP Riki Adinanta mengatakan, kasus dugaan tindak
pidana penggelapan dana koperasi Tirta Dharma PDAM Ternate Tahun 2013-2018
senilai Rp 3,7 miliar masih dalam penyilidikan. 

Menurutnya,  Reskrim Polres Ternate dalami dengan
penyilidikan ke koperasi pusat di Jakarta untuk mencocokan beberapa item data
dengan koperasi PDAM Ternate. Langkah selanjutnya, bakal memerika kembali saksi
atau karyawan PDAM Ternate.

Riki menjelaskan, dalam penyilidikan dicari
sesuai dengan sasaran penyidik atau menemukan alat bukti yang cukup, baru
dinaikan statusnya menjadi penyidikan. Dia mengaku, memang ada alat bukti
yang dikantongi, namun belum dinyatakan lengkap, karena secara umum informsi
yang di dapatkan dari kanit reskrim termasuk sudah banyak saksi diperiksa.

“Kasus ini bukan masalah kerugian Negara
namun diduga penggelapan anggaran internal koperasi PDAM Ternate  yang
berawal dari iuran karyawan. Prinsipnya kami perdalam penyilidikan dulu nanti
baru disimpulkan,” kata Riki dikofirmasi.

Disisi lain Praktisi Hukum Malut, Muhammad Konoras meminta agar dugaan kasus ini tetap diseriusi oleh Polres Ternate untuk bisa mengungkapkan dugaan kebenarannya."Jadi polisi harus tetap serius dalam penanganan kasus ini agar dugaan pidana itu bisa terbuka dan publik bisa tahu sebenarnya aktor dibalik semua ini," katanya. (red)

Artikel ini sudah diterbitkan di SKH Posko Malut,
edisi Selasa 08 Oktober 2019, dengan judul ‘
Polres Sebut Kasus PDAM Masuk Penggelapan’

Komentar

Loading...