poskomalut.com
baner header

Pemusnahan Uang Lusuh Mendekati Triliunan

TERNATE-PM.com, Uang lusuh atau uang yang tidak baik untuk diedarkan di masyarakat khusus di Provinsi Maluku Utara (Malut) pada dua tahun terakhir cukup fantastis. Bahkan, nominalnya mendekati triliun rupiah. Uang tidak layak dan sudah ditarik dari peredarannya oleh Bank Indonesia (BI) wilayah Provinsi Maluku Utara ini sejak tahun 2018 hingga 2019 mencapai Rp 786 miliar lebih.

Humas Bank Indonesia Yudho Jati Prasetyo, pada Posko Malut, Rabu (04/12), menyebutkan pemusnahan uang lusuh di tahun 2018 mencapai Rp 427,573 miliar. Angka ini meliputi Januari senilai Rp 94,250 miliar, Februari Rp 52,615 miliar, Maret Rp 52,521 miliar, April Rp 13,214 miliar, Mei Rp 13,499 miliar, Juni Rp 12,740 miliar.

Untuk bulan Juli senilai Rp 19,738 miliar, Agustus Rp 17,586 miliar, September Rp 44,372 miliar, Oktober Rp 67,884 miliar dan Desember senilai Rp 39,153 miliar. Di November 2018, lanjutnya, tidak ada pemusnahan uang lusuh dari BI.

Sementara pemusnahan uang lusuh di tahun 2019 senilai Rp 358,842 miliar atau mengalami penurunan beberapa persen dari tahun 2018. Untuk pemusnahan yakni Januari Rp 37,438 miliar, Februari Rp 20,539 miliar, Maret Rp 40,994 miliar, April Rp 19,581 miliar. Di bulan Mei turun Rp 22,819 miliar, Juni Rp 23,467 miliar, Juli Rp 35,168 miliar, Agustus Rp 45,190 miliar. Pemusnahan uang lusuh di September 2019 naik sangat signifikan menembus Rp 65,569 miliar, dan Oktober turun Rp 48,076 miliar. “Total pemusnahan uang lusuh di Maluku Utara sejak 2018 sampai 2019 mencapai Rp 786,415 miliar lebih,” ungkap Yudho.

Sebelum pemusnahan uang lusuh, lanjutnya, BI terlebih dahalu melakukan sortir sehingga bisa dipisahkan mana uang yang layak dimusnahkan dan uang yang masih bisa diedarkan kembali. “Pemusnahan uang lusuh ini sebelumnya dilakukan sortir jika uang tersebut sudah tidak layal lagi maka langsung dimusnahkan,” jelasnya.

Uang lusuh yang dimuskanakn terdiri dari beberapa pecahan, mulai dari pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5000 Rp 2000 sampai Rp 1.000. “Uang yang dimusnahkan itu bervariasi, mulai dari pecahan Rp 100 ribu sampai terkecil Rp 1.000,” sebut Yudho. Menurut Yudho, semakin rendah tingkat pemusnahan uang lusuh tandanya masyarakat sudah sadar dalam memperlakukan uang sehingga tidak mudah lusuh. “Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan uang maka BI juga sering melakukan sosialisasi mengenalan ciri-ciri keaslian uang dan menjaga uang jauh lebih baik,” akhir Yudho. (cha/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: