poskomalut, Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Megawatt (MW) di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, mulai dibahas pemerintah daerah bersama PT PLN (Persero).

Pembahasan itu berlangsung saat Pemda Haltim menerima kunjungan jajaran PT PLN (Persero) UP3 Sofifi. Pertemuan tersebut dipimpin Manager PLN UP3 Sofifi, Ilham Sunda Diputra, dan diterima langsung Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub.

Rencana pembangunan PLTS 100 MW tersebut disebut menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Untuk merealisasikan proyek itu, PLN memperkirakan membutuhkan lahan sekira 28 hektare.

Manager PLN UP3 Sofifi, Ilham Sunda Diputra, mengatakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan listrik masyarakat Haltim yang terus meningkat.

“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini menjadi salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Halmahera Timur yang terus mengalami peningkatan,” ujarnya.

Menurut Ilham, pengembangan jaringan dan infrastruktur kelistrikan nantinya tidak hanya menyasar wilayah Maba dan Subaim. Sejumlah wilayah lain juga akan menjadi perhatian, termasuk Lolobata dan Wasileo serta daerah yang membutuhkan peningkatan pelayanan listrik.

Menanggapi rencana tersebut, Bupati Haltim Ubaid Yakub menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan PLTS 100 MW yang masuk dalam agenda Proyek Strategis Nasional.

Ubaid menilai proyek tersebut memiliki nilai strategis, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat, tetapi juga dalam mendorong percepatan pembangunan di Halmahera Timur.

“Pemerintah Daerah sangat mendukung pembangunan PLTS ini karena merupakan Proyek Strategis Nasional dan sangat penting bagi kebutuhan listrik masyarakat Halmahera Timur,” kata Ubaid.

Di tengah pembahasan proyek energi berskala besar tersebut, Bupati Ubaid juga meminta perhatian PLN terhadap persoalan pasokan listrik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba.

Ia meminta PLN memastikan pasokan listrik ke rumah sakit tetap stabil dan andal. Menurutnya, kebutuhan tersebut menjadi penting karena RSUD Maba telah memiliki berbagai peralatan kesehatan berteknologi canggih yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.

“Kami juga meminta dukungan PLN untuk memastikan pasokan listrik ke rumah sakit dapat berjalan stabil dan andal, karena rumah sakit memiliki berbagai alat kesehatan canggih yang membutuhkan dukungan listrik yang baik untuk menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan antara Pemda Haltim dan PLN tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Halmahera Timur.

Selain mendukung rencana pembangunan PLTS 100 MW, sinergi kedua pihak juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan listrik bagi masyarakat di berbagai wilayah Haltim.