GMKI Tobelo Adukan Bupati Frans ke Bareskrim Polri

Ketua dan anggota GMKI di Bareskrim Polri. Foto|Istimewa.

TERNATE-pm.com, Bupati Halmahera Utara, Frans Manery kembali diadukan ke Markas Besar (Mabes) Polri.

Aduakan dilayangkan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tobelo, Halmahera Utara.

Selain aduan ke Bareskrim Mabes Polri Frans Manery sudah dilaporkan ke Ditreskrimum Polda Maluku Utara pada 3 Juni 2024 lalu.

Bupati Halut dilaporkan kaitanya dengan dugaan pengancaman, pembunuhan terhadap mahasiswa. Aksi bupati viral di media sosial.

Dalam aksi itu Frans Manery membawa Senjata Tajam (Sajam). Frans mengejar sembari mengatunkan parang ke arah demonstran, mereka lari kocar-kacir.

Aksi GMKI diketahui bukan di kantor pemerintahan, namun di sebuah vila pribadi.

“Kemarin kami dari pengurus GMKI cabang Tobelo dibantu juga pengurus pusat GMKI sudah mengadukan Frans Manery ke Bareskrim Mabes Polri,” ungkap Ketua Cabang GMKI Tobelo Johan Rivaldo Djini, Jumat (14/6/2024).

Ia menyebut, kedatangan pengurus GMKI ke Bareskrim Mabes Polri membawa sejumlah dokumen hasil laporan awal di Ditreskrimum Polda Maluku Utara.

Laporan itu ditebuskan ke Bareskrim Mabes Polri atas tindakan brutal Bupati Halmahera Utara, Frans Manery.

“Jadi kami mengadukan ke Bareskrim tindakan Frans Manery disertai bukti laporan yang sudah kami lapor di Polda Maluku Utara,” katanya.

Johan mengaku, laporan awal sudah dimasukkan ke Polda, akan tetapi GMKI membuat tebusan ke Bareskrim Mabes Polri.

“Kemarin itu sifatnya tebusan ke Bareskrim, tentu kami juga harap Polda Maluku Utara bisa atensi kasus ini. Jika tidak ada progres pastinya kami akan mengadu kembali ke Bareskrim,” ucapnya.

“Kami juga berharap dengan kejadian agar ada pelajaran bagi yang lain untuk tidak sewenang-wenang melakukan tindak melanggar hukum,” sambungnya mengakhiri.

Komentar

Loading...