BOBONG- PM.com, Badai covid-19 yang menerpa kehidupan masyarakat Indonesia dewasa ini, telah membuat keterpurukan diberbagai bidang kehidupan, baik dari kesehatan, sosial Budaya bahkan ekonomi. Realitas yang ada tentu saja telah menjadi PR tersendiri bagi pemerintah, baik pusat, Daerah, maupun di tingkat Pemerintah Desa itu sendiri agar bagaimana caranya masyarakat terus survive ditengah ancaman global tersebut
Hal ini begitu nampak disalah satu desa yang ada dikecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara yakni desa Ufung. Mengapa tidak, melalui Program inovatif yang termuat dalam item kegiatan rumah industri, warga terus tanpil tanpa rasa khawatir akan problem global yang terus berderu, meski dengan bermodal keterampilan tangan semata
Program yang dicanangkan Pemerintah desa sejak 2019 lalu, warga didesa ini justru menjadi salah satu desa yang diapresiasi oleh kementerian desa atas keberhasilannya berinovatif, hingga mempertahankan diri dari cengkraman ekonomi akibat Covid, meskipun
dari seuntai rotan dan bambu, mereka ‘sulap’ menjadi berbagai jenis karya dengan nilai jual yang tinggi,
“Rumah industrinya merupakan program pemberdayaan, sejak tahun 2019 lalu mulai dibangun, dan digunakan pada tahun 2020, diawal awal memang dari desa yang membiayai, mulai penyediaan tempat, Bahan baku, dan alat yang digunakan, tapi karena usaha ini terbilang sukses, maka kami lepas kepada kelompok masyarakat disitu yang kelola,” beber La Bangka Halo, Kepala Desa Ufung.
La Bangka saat ditemui, Selasa (30/3) menjelaskan, program rumah industri tersebut sudah membuat berbagai jenis anyaman, baik jenis alat tradisional, bahkan jenis produk kekinian yang selain memiliki nilai seni, juga nilai jual yang tinggi
“Banyak jenis produknya, mulai dari Toti, Keranjang, Topi, Tas, banyak pokoknya jenis barang yang sudah dibuat, itupun selalu habis diperebutkan kalau masuk pasar di Bobong” tambah Pejabat Sementara Desa Ufung itu
Dari sejumlah informasi yang diterima, Produk rumah industri desa Ufung yang bentuk anyaman bernilai seni tinggi. Bahkan pernah masuk dalam festival kesenia disejumlah daerah, salah satunya di Sulawsesi Utara “Kalau itu betul, sudah berapa jenis yang sudah pernah diikutkan dalam perlombaan, dan baru baru ini juga di Kota Manado, itu PKK yang bawa,” tutup La Bangka Kepada Posko Malut. (deni/red)


Tinggalkan Balasan